Author: admin

  • Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash
    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

     

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.

  • Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash
    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

     

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.

  • Polres Metro  Jakarta Selatan Respons Laporan 110 soal Warga Tiba-tiba Ditagih DC

    Polres Metro  Jakarta Selatan Respons Laporan 110 soal Warga Tiba-tiba Ditagih DC

    Jakarta – Polsek Tebet Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima melalui Call Center 110. Warga melapor soal dugaan penyalahgunaan data pribadi di wilayah Tebet Barat, Jaksel.
    “Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Tebet mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan menggali informasi dari pihak pelapor maupun saksi terkait dugaan penggunaan data pribadi untuk pengajuan pinjaman online,” kata Kapolsek Tebet Kompol Ischak, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/8) malam. Dari hasil pengecekan awal, pihak pelapor didatangi oleh penagih utang (debt collector/DC) yang menagih pembayaran atas nama pelapor.

    Warga menyatakan dia bukan peminjam utang (debitur) dari pinjaman online (pinjol). Polisi memediasi pelapor dan DC yang datang menagih pembayaran.

    “Pelapor menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pinjaman online tersebut. Petugas kemudian melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dugaan penyalahgunaan data pribadi tersebut,” ujarnya.

    Petugas mengecek lokasi, meminta keterangan dari saksi, mencari rekaman CCTV yang berkaitan dengan kejadian, serta membuat kronologi laporan.

    “Pihak pelapor juga diarahkan untuk membuat laporan polisi guna proses penyelidikan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

    Polsek Tebet mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 jika mengalami gangguan atau membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.

  • Respons Dan Gerak Cepat Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Respons Dan Gerak Cepat Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Polisi mengamankan pria yang viral di medsos karena mengamuk hingga melempar batu ke kaca mobil di Jagakarsa (dok Istimewa)
    Jakarta – Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) merespons cepat viral pria memecahkan kaca mobil. Polisi memeriksa intensif pria berinisial KB (41) tersebut.
    “Hari ini dari Polsek Jagakarsa sudah mengamankan seseorang yang diduga melakukan perusakan sebuah mobil yang di Jalan Durian, Jagakarsa,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa KB mengamuk di jalanan itu viral di media sosial (medsos). Dia terlihat melemparkan batu besar ke kaca mobil hingga merusak spion mobil.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB. (dok Istimewa)
    “Nggak kenal (dengan sopir atau orang baju putih). Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung, gulingnya di aspal. Langsung dia bangun gini dia teriak ‘maling’,” kata KB.

    KB ikut mengejar mobil karena mengira sopir mobil itu adalah maling. Dia mengaku memecahkan kaca mobil karena tak mau sopir kabur.

    “Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, iya suruh mau buka pintu mobil mau nanya ‘apa persoalan kamu kabur? Orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus’. Iya. Tapi dia karena takut dia nggak mau buka ya udah saya dengan cara memecah kaca,” ungkapnya.

    “Iya, saya-saya pecah itu supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, video seorang pria mengamuk hinggan melempar batu ke kaca mobil di wilayah Jagakarsa, Jaksel, beredar di medsos. Polisi kini mencari pelaku perusakan itu.

    Berdasarkan video yang dilihat, Rabu (2/9), peristiwa disebut terjadi pagi tadi. Pria yang mengenakan jaket itu melempari kaca mobil dengan batu hingga retak.

    Sambil melempari batu, pria tersebut terdengar marah-marah sambil berteriak. Sejumlah warga di sekitar tampak menyaksikan aksi pria mengamuk tersebut.

    Dari video yang beredar dinarasikan bahwa mulanya peristiwa berawal ketika pria yang berkendara motor disebut terserempet oleh mobil. Kemudian, pria tersebut mengejar mobil hingga berhenti. Peristiwa perusakan itu lalu terjadi.

  • Polres Metro Jakarta Selatan Respons Cepat Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Polres Metro Jakarta Selatan Respons Cepat Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Foto: Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)

    Jakarta – Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. Anggota kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mendalami kasus yang terjadi.
    “Polsek Pesanggrahan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelecehan terhadap seorang anak,” demikian keterangan Polsek Pesanggrahan di akun Instagram @polsekpesanggrahan, Kamis (3/9/2026).

    Kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi di Jalan H Elyas, Petukangan Utara, pada Senin (31/8). Dalam foto yang diunggah, tampak sejumlah warga sudah berkumpul di tempat kejadian perkara (TKP).

    Viral Cekcok Petugas dan Penumpang KRL di Stasiun Angke, KCI Urai Duduk Perkara
    Polisi mengamankan TKP untuk mencegah kasus main hakim sendiri. Seorang terduga pelaku dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan seorang pria yang diduga terkait kejadian tersebut. Selanjutnya, pihak terkait dibawa ke Polsek Pesanggrahan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

    Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jaksel sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)
    Polsek Pesanggrahan juga menangani laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kabel di Jalan Sulaiman, Petukangan Utara yang terjadi pada Rabu (2/9) dini hari kemarin.

    Ketua RT Cerita Sosok Warga Depok Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
    “Mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta pengumpulan informasi. Diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.

  • Polres Metro Jakarta Selatan Respons Cepat Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Polres Metro Jakarta Selatan Respons Cepat Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Foto: Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)

    Jakarta – Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. Anggota kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mendalami kasus yang terjadi.
    “Polsek Pesanggrahan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelecehan terhadap seorang anak,” demikian keterangan Polsek Pesanggrahan di akun Instagram @polsekpesanggrahan, Kamis (3/9/2026).

    Kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi di Jalan H Elyas, Petukangan Utara, pada Senin (31/8). Dalam foto yang diunggah, tampak sejumlah warga sudah berkumpul di tempat kejadian perkara (TKP).

    Viral Cekcok Petugas dan Penumpang KRL di Stasiun Angke, KCI Urai Duduk Perkara
    Polisi mengamankan TKP untuk mencegah kasus main hakim sendiri. Seorang terduga pelaku dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan seorang pria yang diduga terkait kejadian tersebut. Selanjutnya, pihak terkait dibawa ke Polsek Pesanggrahan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

    Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jaksel sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)
    Polsek Pesanggrahan juga menangani laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kabel di Jalan Sulaiman, Petukangan Utara yang terjadi pada Rabu (2/9) dini hari kemarin.

    Ketua RT Cerita Sosok Warga Depok Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
    “Mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta pengumpulan informasi. Diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.

  • Polres Metro Jakarta Selatan Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Polres Metro Jakarta Selatan Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Foto: Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)

    Jakarta – Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. Anggota kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mendalami kasus yang terjadi.
    “Polsek Pesanggrahan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelecehan terhadap seorang anak,” demikian keterangan Polsek Pesanggrahan di akun Instagram @polsekpesanggrahan, Kamis (3/9/2026).

    Kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi di Jalan H Elyas, Petukangan Utara, pada Senin (31/8). Dalam foto yang diunggah, tampak sejumlah warga sudah berkumpul di tempat kejadian perkara (TKP).

    Viral Cekcok Petugas dan Penumpang KRL di Stasiun Angke, KCI Urai Duduk Perkara
    Polisi mengamankan TKP untuk mencegah kasus main hakim sendiri. Seorang terduga pelaku dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan seorang pria yang diduga terkait kejadian tersebut. Selanjutnya, pihak terkait dibawa ke Polsek Pesanggrahan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

    Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jaksel sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)
    Polsek Pesanggrahan juga menangani laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kabel di Jalan Sulaiman, Petukangan Utara yang terjadi pada Rabu (2/9) dini hari kemarin.

    Ketua RT Cerita Sosok Warga Depok Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
    “Mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta pengumpulan informasi. Diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.

  • Profile Dan Rekam Jejak Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto

    Profile Dan Rekam Jejak Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto

    Wakapolda Metro Jaya mendapat  promosi pecah bintang, dari bintang satu (Brigjen) menjadi bintang  dua ( Irjen).

    Mantan Dirintelkam Polda Jatim itu, kini berpangkat Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Rabu (2/9/2026).

    Perwira tinggi Polri asal Bojonegoro, Jawa Timur ini menjabat Wakapolda Metro Jaya sejak 5 Agustus 2025, berdasarkan surat telegram rahasia bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025.

    Saat itu, jabatan Wakapolda Metro Jaya yang disandang Irjen Pol Dekananto – sapaan akrabnya, adalah menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, yang diangkat menjadi Kapolda Kalimantan Utara.

    Rekam Jejak Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

    Irjen Pol Dekananto merupakan Jenderal Polisi Bintang Dua yang berpengalaman di bidang intelijen dan keamanan (Intelkam). Sebelum bertugas di ibu kota, Irjen Pol Dekananto menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim.

    Salah satu terobosan dan prestasinya adalah keberhasilan memimpin pembongkaran tugu silat di Jatim untuk mencegah terjadinya bentrokan antar kelompok silat. Total ada 686 tugu silat yang dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Tujuannya, adalah meredam eskalasi konflik antar perguruan pencak silat yang ada di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan itu, tidak lepas dari dukungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, yang sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran pada 26 Juni 2023 terkait penertiban tugu perguruan silat.

    Selain itu, Irjen Dekananto juga mampu menjaga kondusivitas Jatim dan merangkul semua elemen serta menyatukan suporter bola di Jatim.

    Setelah menjabat Dirintelkam Polda Jatim selama dua tahun, Irjen Pol Dekananto bertugas sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya tahun 2024. Saat menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya, Irjen Dekananto sukses menjaga dan mengelola situasi keamanan yang kondusif di Jakarta.

    Belum genap setahun menjadi Dirintelkam Polda Metro Jaya, kemudian Irjen Pol Dekananto diangkat sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjend Pol Deddy Kusuma Bakti tahun 2025. Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu pejabat kunci dalam struktur intelijen keamanan nasional.

    Setahun menduduki posisi Direktur Politik Baintelkam Polri, Irjen Dekananto dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya pada Agustus 2025. Jabatan Wakapolda Metro Jaya memiliki peran strategis membantu tugas Kapolda Metro Jaya.

    Salah satu programnya adalah Jaga Jakarta On The Spot. Program Jaga Jakarta On The Spot menjadi salah satu upaya Polda Metro Jaya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya belum lama ini.

    Baru tujuh bulan menjabat Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penghargaan diberikan karena dinilai sebagai salah satu tokoh pendukung utama dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah

  • Profil Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto yang Miliki Pengalaman Luas Bidang Intelijen

    Profil Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto yang Miliki Pengalaman Luas Bidang Intelijen

    Wakapolda Metro Jaya mendapat  promosi pecah bintang, dari bintang satu (Brigjen) menjadi bintang  dua ( Irjen).

    Mantan Dirintelkam Polda Jatim itu, kini berpangkat Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Rabu (2/9/2026).

    Perwira tinggi Polri asal Bojonegoro, Jawa Timur ini menjabat Wakapolda Metro Jaya sejak 5 Agustus 2025, berdasarkan surat telegram rahasia bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025.

    Saat itu, jabatan Wakapolda Metro Jaya yang disandang Irjen Pol Dekananto – sapaan akrabnya, adalah menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, yang diangkat menjadi Kapolda Kalimantan Utara.

    Rekam Jejak Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

    Irjen Pol Dekananto merupakan Jenderal Polisi Bintang Dua yang berpengalaman di bidang intelijen dan keamanan (Intelkam). Sebelum bertugas di ibu kota, Irjen Pol Dekananto menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim.

    Salah satu terobosan dan prestasinya adalah keberhasilan memimpin pembongkaran tugu silat di Jatim untuk mencegah terjadinya bentrokan antar kelompok silat. Total ada 686 tugu silat yang dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Tujuannya, adalah meredam eskalasi konflik antar perguruan pencak silat yang ada di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan itu, tidak lepas dari dukungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, yang sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran pada 26 Juni 2023 terkait penertiban tugu perguruan silat.

    Selain itu, Irjen Dekananto juga mampu menjaga kondusivitas Jatim dan merangkul semua elemen serta menyatukan suporter bola di Jatim.

    Setelah menjabat Dirintelkam Polda Jatim selama dua tahun, Irjen Pol Dekananto bertugas sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya tahun 2024. Saat menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya, Irjen Dekananto sukses menjaga dan mengelola situasi keamanan yang kondusif di Jakarta.

    Belum genap setahun menjadi Dirintelkam Polda Metro Jaya, kemudian Irjen Pol Dekananto diangkat sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjend Pol Deddy Kusuma Bakti tahun 2025. Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu pejabat kunci dalam struktur intelijen keamanan nasional.

    Setahun menduduki posisi Direktur Politik Baintelkam Polri, Irjen Dekananto dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya pada Agustus 2025. Jabatan Wakapolda Metro Jaya memiliki peran strategis membantu tugas Kapolda Metro Jaya.

    Salah satu programnya adalah Jaga Jakarta On The Spot. Program Jaga Jakarta On The Spot menjadi salah satu upaya Polda Metro Jaya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya belum lama ini.

    Baru tujuh bulan menjabat Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penghargaan diberikan karena dinilai sebagai salah satu tokoh pendukung utama dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah

  • Polri Tegaskan Pendekatan Humanis dan Prosedural dalam Menjaga Aspirasi Publik

    Penegasan Divhumas Polri Dalam Memberikan Pelayanan Penyampaian Aspirasi

    Jakarta – Sejak awal dalam kegiatan kepolisian, Polri mengedepankan pendekatan humanis dan prosedural serta mensosialisasikan pelayanan penyampaian aspirasi dimuka umum pada bulan Agustus 2026. Polri menegaskan memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi demi tegaknya keadilan prosedural dan legitimasi hukum.

     

    Polri menegaskan komitmennya bahwa sebagai negara hukum, wajib menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia. Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum.

    “Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Selasa (1/9).

    Dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, Polri telah melakukan langkah-langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta perlindungan dan pelayanan masyarakat, dengan upaya Preemtif, upaya Preventif, dan upaya Penegakan hukum.

    1. Upaya Preemtif : Deteksi dan sosialisasi, edukasi, serta literasi, Partisipasi Masyarakat

    Deteksi Dini & Pencegahan: Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik.

    “Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik,” kata Karo Penmas.

    Kolaborasi Komunitas : Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.

    “Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing,” ujarnya.

    Edukasi & Literasi: Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan.

    “Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan,” tuturnya.

    2. Upaya Preventif: Kehadiran Kepolisian dalam Ruang Sosial Masyarakat

    Dimulai Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (turjawali) : Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata.

    “Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata,” kata Karo Penmas.

    Fasilitator Demokrasi yang Humanis : Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan).

    “Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan),” ujarnya.

    3. Upaya Penegakan Hukum: Ultimum Remedium yang Terukur

    Ultimum Remedium: Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik.

    “Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik,” tutur Karo Penmas.

    Legalitas dan Akuntabilitas Mutlak : Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama.

    “Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta mengutamakan keselamatan seluruh masyarakat dan tetap berjalannya aktifitas sosial masyarakat lainnya. Diimbau kepada seluruh masyarakat silahkan untuk melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkas Karo Penmas Divhumas Polri.