Author: admin

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Tegaskan Komitmen Polri Dukung Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat

    Kapolda Sumsel Tegaskan Komitmen Polri Dukung Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat

    Dokumentasi Polda Sumsel

    Palembang. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat dukungan terhadap agenda ketahanan energi nasional melalui pengawalan transformasi tata kelola sumur minyak masyarakat. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha migas yang legal, aman, dan berkelanjutan di wilayah Sumsel.

    Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam Rapat Koordinasi Dukungan Forkopimda terkait penerapan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 14 Tahun 2025. Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan daerah dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, sekaligus memperbaiki tata kelola aktivitas migas masyarakat yang selama ini masih berlangsung di luar sistem legal.

    Kapolda Sumsel menegaskan, Polri siap mengawal perubahan paradigma dari aktivitas ilegal menuju sistem legal berbasis regulasi. Menurutnya, legalisasi sumur minyak masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, namun juga menjamin keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta stabilitas keamanan wilayah.

    “Polri siap mendukung penuh transformasi ini. Namun, seluruh aktivitas harus memenuhi standar keamanan, kualitas produksi, dan pengelolaan lingkungan. Ini penting agar masyarakat terlindungi dan kegiatan ekonomi berjalan berkelanjutan,” jelas Kapolda Sumsel dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/26).

    Polda Sumsel akan terlibat aktif dalam tim gabungan lintas sektor sesuai amanat regulasi. Dalam hal ini, anggota Polri berperan melakukan pembinaan masyarakat, pengawasan keamanan operasional, hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut ia memaparkan, transformasi tata kelola ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil migas. Melalui skema legal yang melibatkan BUMD, koperasi, maupun UMKM, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung tanpa dibayangi risiko hukum maupun keselamatan kerja.

    Selain itu, Kapolda Sumsel juga mendorong percepatan pembentukan pilot project sebagai model percontohan tata kelola migas rakyat yang ideal. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan secara terstruktur dan berkelanjutan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah percontohan dalam tata kelola migas rakyat yang modern, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta kepentingan nasional.

    “Kami berkomitmen memastikan proses transformasi ini berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Polda Sumsel akan terus mengawal agar seluruh potensi sumber daya alam dapat dikelola secara legal dan berkelanjutan,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Melalui pendekatan pengawasan berbasis teknologi dan strategi humanis, Polda Sumsel bersama Satgas Terpadu akan terus memantau aktivitas di lapangan. Penertiban difokuskan pada kegiatan di luar skema legal guna menjamin keamanan investasi serta keberlanjutan sektor energi di Sumatera Selatan.

  • Luar Biasa Polda Metro Jaya  Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Jakarta. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil Membongkar Praktik Clandestine Lab Narkotika golongan II jenis Etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen River Side diwilayah Kabupaten Tangerang. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial C.K. (40), warga negara Malaysia, yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk Cartridge Vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai barang bukti, 30 Liter Cairan Propilen Glikol, serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram yang diperkirakan mampu diproduksi menjadi hingga 380.996 Cartridge Vape siap edar. Selain itu, turut diamankan ratusan Cartridge berisi cairan Etomidate, serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, Mixer, hingga timbangan.

    Keseluruhan barang bukti tersebut jika di konversi dengan nilai jual barang bukti Narkoba diperedaran gelap, maka Polda Metro Jaya telah menyita sebesar Rp 762 Milyar Rupiah dan telah menyelamatkan sebanyak 380.996 Jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Mengatakan “Polda Metro Jaya membongkar Clandestin Lab Home Industri pembuatan Cartridge Vape yang berisi cairan Etomidate Narkotika Golongan II yang akhir-akhir ini marak digunakan oleh kaum remaja perkotaan.” ujarnya, Selasa (21/4/26).

    Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi Narkoba laporakan apabila ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan Narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.

    Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan Penyidikan lebih lanjut.

  • Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Jakarta. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil Membongkar Praktik Clandestine Lab Narkotika golongan II jenis Etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen River Side diwilayah Kabupaten Tangerang. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial C.K. (40), warga negara Malaysia, yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk Cartridge Vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai barang bukti, 30 Liter Cairan Propilen Glikol, serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram yang diperkirakan mampu diproduksi menjadi hingga 380.996 Cartridge Vape siap edar. Selain itu, turut diamankan ratusan Cartridge berisi cairan Etomidate, serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, Mixer, hingga timbangan.

    Keseluruhan barang bukti tersebut jika di konversi dengan nilai jual barang bukti Narkoba diperedaran gelap, maka Polda Metro Jaya telah menyita sebesar Rp 762 Milyar Rupiah dan telah menyelamatkan sebanyak 380.996 Jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Mengatakan “Polda Metro Jaya membongkar Clandestin Lab Home Industri pembuatan Cartridge Vape yang berisi cairan Etomidate Narkotika Golongan II yang akhir-akhir ini marak digunakan oleh kaum remaja perkotaan.” ujarnya, Selasa (21/4/26).

    Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi Narkoba laporakan apabila ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan Narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.

    Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan Penyidikan lebih lanjut.

  • Polda Metro Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

    Polda Metro Jaya Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

     Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik laboratorium rahasia yang memproduksi cartridge vape mengandung narkotika golongan II jenis Etomidate. Pengungkapan ini dilakukan di kawasan Apartemen River Side, Kabupaten Tangerang. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang tersangka berinisial C.K., warga negara Malaysia berusia 40 tahun, yang diduga berperan sebagai pengelola dan operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk cartridge vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk 30 liter cairan propilen glikol dan serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram. Serbuk ini diperkirakan dapat diproduksi menjadi hingga 380.996 cartridge vape siap edar. Selain itu, polisi juga mengamankan ratusan cartridge berisi cairan Etomidate serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, mixer, dan timbangan.

    Jika dikonversi dengan nilai jual di pasar gelap, barang bukti narkotika yang disita oleh Polda Metro Jaya bernilai sekitar Rp 762 miliar. Dengan pengungkapan ini, pihak kepolisian mengklaim telah menyelamatkan 380.996 jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyatakan, “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba dan melaporkan jika ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.”

    Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Markas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

  • Sebuah Bentuk Sinergi Polairud Polda Sulut dalam Penguatan Keamanan Batas Laut

    Sinergi Polairud Polda Sulut dalam Penguatan Keamanan Batas Laut

    Dirpolairud Polda Sulut secara resmi menghadiri rapat identifikasi pertahanan dan keamanan batas laut di wilayah Sulawesi Utara. Pertemuan strategis ini dilangsungkan pada Rabu, 22 April 2026, dengan pendampingan langsung dari Kasubdit Patroli. Seluruh rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WITA guna membahas langkah-langkah krusial dalam pengamanan perairan negara.

    Fokus utama diskusi ini adalah mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 terkait pemenuhan sarana pertahanan di wilayah perbatasan. Para peserta menelaah kondisi sarana patroli serta kebutuhan mendesak untuk pengamanan di berbagai pulau kecil terluar. Selain itu, kebijakan penganggaran daerah juga dibahas secara mendalam demi optimalisasi pengelolaan perbatasan negara yang lebih berkelanjutan.

    Kehadiran Ditpolairud Polda Sulut menjadi bukti nyata dedikasi instansi dalam memperkuat sistem keamanan di garda terdepan laut. Langkah kolaboratif ini diambil untuk memastikan setiap jengkal wilayah perairan tetap terjaga dari berbagai potensi ancaman kedaulatan. Melalui komitmen yang kuat, integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia diharapkan akan semakin kokoh dan terlindungi sepenuhnya.

     

     

  • Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

    Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

    Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui “Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026” yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026).

    Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam.

    Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK).

    Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah.

    “Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat,” tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel.

    Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama.

    “Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama,” ujarnya menginspirasi.

    Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut.

    “Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya,” terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver).

    Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas.
    Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja.

    “Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.

    Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh “Sabuk Kamtibmas”, visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.

  • Inovatif SPPG Polri Mulai Terapkan Sistem Prasmanan, Perdana di Pejaten

    Inovatif SPPG Polri Mulai Terapkan Sistem Prasmanan, Perdana di Pejaten

    Jakarta – SPPG Polri Pejaten menggelar pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/04/2026) Pagi. Model penyajian ini menjadi uji coba baru dalam pemberian makanan bergizi kepada para siswa.

    Kegiatan ini disambut antusias para pelajar. Suasana makan bersama dengan sistem prasmanan membuat penyajian MBG terasa berbeda dari biasanya dan menghadirkan nuansa kebersamaan di lingkungan sekolah.

     

     

     

    Kepala Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, mengatakan pelaksanaan MBG model prasmanan memberi manfaat langsung bagi siswa. Menurutnya, program itu sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

    “MBG dengan model prasmanan ini benar-benar sangat bermanfaat. Anak-anak merasakan kebersamaan saat makan bersama teman-temannya. Program ini juga sangat membantu, khususnya bagi murid yang pagi hari belum sempat sarapan,” kata Muryanto.

    Sementara itu, Ka SPPG Polri Pejaten Muhamad Iqbal Salim menjelaskan sistem prasmanan ini merupakan bentuk simulasi menindaklanjuti arahan pimpinan. Skema tersebut juga dipersiapkan untuk pelaksanaan MBG secara prasmanan pada momentum Hari Bhayangkara, khususnya di SPPG yang berada di bawah naungan Polri.

    “Keunggulannya, sistem ini bisa melatih ketertiban dan kedisiplinan siswa. Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menggunakan sendok takar sesuai arahan ahli gizi,” ujar Iqbal.

    Iqbal menambahkan, pola prasmanan juga diharapkan dapat menekan angka sisa makanan atau food waste. Sebab, siswa bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan. Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi untuk melihat apakah sistem prasmanan lebih efektif dibanding pola penyajian biasa.

  • SPPG Pejaten Sajikan MBG Prasmanan Perdana

    SPPG Pejaten Sajikan MBG Prasmanan Perdana, Kepala Sekolah: Terima Kasih, Ini Sangat Membantu Siswa

    Jakarta – SPPG Polri Pejaten menggelar pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/04/2026) Pagi. Model penyajian ini menjadi uji coba baru dalam pemberian makanan bergizi kepada para siswa.

    Kegiatan ini disambut antusias para pelajar. Suasana makan bersama dengan sistem prasmanan membuat penyajian MBG terasa berbeda dari biasanya dan menghadirkan nuansa kebersamaan di lingkungan sekolah.

     

     

     

    Kepala Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, mengatakan pelaksanaan MBG model prasmanan memberi manfaat langsung bagi siswa. Menurutnya, program itu sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

    “MBG dengan model prasmanan ini benar-benar sangat bermanfaat. Anak-anak merasakan kebersamaan saat makan bersama teman-temannya. Program ini juga sangat membantu, khususnya bagi murid yang pagi hari belum sempat sarapan,” kata Muryanto.

    Sementara itu, Ka SPPG Polri Pejaten Muhamad Iqbal Salim menjelaskan sistem prasmanan ini merupakan bentuk simulasi menindaklanjuti arahan pimpinan. Skema tersebut juga dipersiapkan untuk pelaksanaan MBG secara prasmanan pada momentum Hari Bhayangkara, khususnya di SPPG yang berada di bawah naungan Polri.

    “Keunggulannya, sistem ini bisa melatih ketertiban dan kedisiplinan siswa. Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menggunakan sendok takar sesuai arahan ahli gizi,” ujar Iqbal.

    Iqbal menambahkan, pola prasmanan juga diharapkan dapat menekan angka sisa makanan atau food waste. Sebab, siswa bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan. Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi untuk melihat apakah sistem prasmanan lebih efektif dibanding pola penyajian biasa.

  • Polda Metro Jaya Gelar Dialog Desk Ketenagakerjaan, Serap Aspirasi Buruh Secara Langsung

    Polda Metro Jaya Gelar Dialog Desk Ketenagakerjaan, Serap Aspirasi Buruh Secara Langsung

    Jakarta – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Dialog Desk Ketenagakerjaan bersama serikat buruh dalam rangka menyambut May Day 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BPMJ, Rabu (22/4/2026).

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri hadir langsung dan memberikan arahan. Turut hadir, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat, perwakilan Dirtipidter Bareskrim Polri, pejabat utama Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, serta perwakilan kementerian, asosiasi pengusaha, dan berbagai organisasi buruh.

    Dalam sambutanya, Kapolda menyampaikan bahwa dialog ini menjadi wadah untuk mendengarkan langsung berbagai permasalahan yang dihadapi para buruh. Ia menilai hubungan antara Polda Metro Jaya dan pekerja selama ini sudah terjalin dengan baik dan diharapkan semakin kuat ke depan.

    “Dialog ini kita lakukan untuk menyerap aspirasi buruh secara langsung. Hubungan yang sudah baik ini harus terus dijaga dan diperkuat. Persoalan ketenagakerjaan juga merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diselesaikan secara kolektif oleh seluruh pihak terkait,” kata Kapolda.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa perkembangan situasi global perlu menjadi perhatian bersama dalam melihat dinamika ketenagakerjaan di tingkat lokal. “Kondisi global tentu berdampak sampai ke tingkat lokal, termasuk sektor ketenagakerjaan. Karena itu, hal ini perlu kita cermati dan antisipasi bersama,” ujarnya.

    Dalam konteks nasional, Kapolda menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan buruh. Ia menegaskan, kepolisian hadir sebagai fasilitator dan mediator dalam menjaga hubungan industrial yang kondusif antara buruh dan pengusaha. “Kami siap menjadi fasilitator dan mediator agar hubungan antara buruh dan pengusaha tetap berjalan dengan baik, kondusif, dan saling mendukung,” kata Kapolda.

    Melalui dialog tersebut, Kapolda berharap dapat lahir solusi yang konstruktif dan berkeadilan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan harmonis. Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi serta penguatan kerja sama antara buruh, pengusaha, dan pihak terkait lainya untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi buruh. Sebagai penutup, Kapolda menegaskan kesiapan Polda Metro Jaya untuk membantu apabila terdapat permasalahan yang dihadapi para buruh.

  • Polda Metro Jaya Gelar Dialog Desk Ketenagakerjaan, Serap Aspirasi Buruh Secara Langsung

    Polda Metro Jaya Gelar Dialog Desk Ketenagakerjaan, Serap Aspirasi Buruh Secara Langsung

    Jakarta – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Dialog Desk Ketenagakerjaan bersama serikat buruh dalam rangka menyambut May Day 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BPMJ, Rabu (22/4/2026).

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri hadir langsung dan memberikan arahan. Turut hadir, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat, perwakilan Dirtipidter Bareskrim Polri, pejabat utama Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, serta perwakilan kementerian, asosiasi pengusaha, dan berbagai organisasi buruh.

    Dalam sambutanya, Kapolda menyampaikan bahwa dialog ini menjadi wadah untuk mendengarkan langsung berbagai permasalahan yang dihadapi para buruh. Ia menilai hubungan antara Polda Metro Jaya dan pekerja selama ini sudah terjalin dengan baik dan diharapkan semakin kuat ke depan.

    “Dialog ini kita lakukan untuk menyerap aspirasi buruh secara langsung. Hubungan yang sudah baik ini harus terus dijaga dan diperkuat. Persoalan ketenagakerjaan juga merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diselesaikan secara kolektif oleh seluruh pihak terkait,” kata Kapolda.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa perkembangan situasi global perlu menjadi perhatian bersama dalam melihat dinamika ketenagakerjaan di tingkat lokal. “Kondisi global tentu berdampak sampai ke tingkat lokal, termasuk sektor ketenagakerjaan. Karena itu, hal ini perlu kita cermati dan antisipasi bersama,” ujarnya.

    Dalam konteks nasional, Kapolda menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan buruh. Ia menegaskan, kepolisian hadir sebagai fasilitator dan mediator dalam menjaga hubungan industrial yang kondusif antara buruh dan pengusaha. “Kami siap menjadi fasilitator dan mediator agar hubungan antara buruh dan pengusaha tetap berjalan dengan baik, kondusif, dan saling mendukung,” kata Kapolda.

    Melalui dialog tersebut, Kapolda berharap dapat lahir solusi yang konstruktif dan berkeadilan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan harmonis. Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi serta penguatan kerja sama antara buruh, pengusaha, dan pihak terkait lainya untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi buruh. Sebagai penutup, Kapolda menegaskan kesiapan Polda Metro Jaya untuk membantu apabila terdapat permasalahan yang dihadapi para buruh.